1. Beranda
  2. Opini

Ironi Gentengisasi: Antara Estetika Atap dan Esensi Sanitasi di Maluku Utara

Oleh ,

Oleh: Lalu Riza Singrapati
(Ahli Pertama BPS Kabupaten Kepulauan Sula)

Wacana "gentengisasi" yang dilemparkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan daerah baru-baru ini memicu diskusi hangat mengenai standar kesejahteraan fisik masyarakat Indonesia.

Dalam penyampaiannya, Presiden secara eksplisit menyoroti pemandangan pemukiman di Indonesia yang menurutnya masih didominasi oleh bahan atap yang kurang estetis.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Jumat, 27 Februari 2026

Beliau menyampaikan bahwa kita harus melaksanakan gentengisasi karena ketika beliau naik helikopter di atas daerah-daerah, yang terlihat adalah warna merah yang setelah beliau turun ternyata bukanlah genteng, melainkan seng yang sudah berkarat.

Bagi Presiden, kondisi ini mencerminkan kebutuhan akan transformasi hunian agar rakyat memiliki tempat tinggal yang lebih bermartabat secara visual maupun kualitas.

Namun, jika kita melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) pada profil perumahan di Provinsi Maluku Utara, terdapat kontras yang cukup tajam dengan visi tersebut.

Berdasarkan publikasi Maluku Utara Dalam Angka 2021, persentase rumah tangga menurut bahan bangunan utama atap terluas di Maluku Utara menunjukkan dominasi penggunaan seng.

Lebih dari 95,38 persen rumah tangga menggunakan seng sebagai bahan atap utama, menjadikannya sebagai daerah dengan penggunaan seng tertinggi di Indonesia.

Baca Halaman Selanjutnya..

Baca Juga