Rapuhnya Literasi dan Suburnya Investasi Bodong
Oleh: Dr. Iswadi M. Ahmad., M.Pd
(Akademisi Unutara & Anggota GP Ansor Kota Ternate)
Kasus yang Terus Berulang
Kasus investasi bodong kembali terulang di Maluku Utara. Kali ini, dugaan penipuan berkedok investasi bernama Apenic menjerat 221 warga Kota Ternate dengan total kerugian mencapai Rp 750 juta.
Peristiwa ini tidak sekadar menunjukkan maraknya praktik penipuan, tetapi juga mengindikasikan rapuhnya literasi keuangan masyarakat.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Kamis, 26 Februari 2026
Di tengah gencarnya program inklusi keuangan yang memperluas akses layanan, pemahaman masyarakat terhadap risiko investasi justru belum berkembang secara memadai. Akibatnya, akses tanpa literasi hanya melahirkan kerentanan baru.
Ironisnya lagi, kejadian ini seperti mengulang luka lama yang belum benar-benar sembuh. Hampir satu dekade lalu, masyarakat Maluku Utara diguncang skandal investasi Karapoto pada tahun 2018, yang meninggalkan trauma dan kerugian finansial ratusan juta rupiah.
Namun, bukanya menjadi pelajaran bersama, peristiwa itu justru seakan dilupakan. Korbannya pun tidak hanya masyarakat awam, tetapi juga kalangan terdidik seperti dosen, guru, aparatur sipil negara (ASN), karyawan swasta, bahkan tokoh masyarakat dan pemuka agama.
Fakta ini menampar kesadaran kita bahwa persoalan utamanya bukan semata pada tinggi rendahnya pendidikan formal, melainkan rapuhnya literasi keuangan.
Baca Halaman Selanjutnya..