Hukum dan Tata Cara Niat Puasa Ramadan serta Solusi Jika Lupa Berniat
Jemaah Bertanya, Ustad Menjawab
Pertanyaan:
Assalamualaikum Ustad.. Apakah niat puasa Ramadan harus dilafalkan setiap malam atau cukup dalam hati, dan bagaimana jika kita lupa berniat? Mohon penjelasannya.
Jawaban:
Ma syaa Allah Pertanyaan yang sangat penting untuk kita semua karena niat adalah rukun dari ibadah puasa, tanpa niat maka runtuhlah ibadah puasa kita. Begitu pentingnya niat puasa sehingga para ulama pun menjelaskan tata caranya dengan sangat terinci dan solusinya jika kita terlupa.
Berikut adalah beberapa poin penjelasan ulama tentang NIAT:
1. Tempat Niat:
Semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah di dalam hati dan merangkumnya (posisi niat) dengan satu kaidah:
"النِّيَّةُ مَحَلُّهَا الْقَلْبُ"
(An-niyyatu mahalluhal qalb)
"Niat itu tempatnya adalah di dalam hati."
Kaidah ini didasari oleh sabda Nabi Muhammad SAW:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
"Sesungguhnya setiap amalan itu bergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadits diatas dapat kita simpulkan bahwa Niat adalah keinginan kuat di hati untuk menjalankan ibadah karena Allah. Maka jika Anda sudah makan sahur dengan tujuan untuk puasa esok hari, berarti itu sudah dianggap sebagai niat yang sah di dalam hati.
Baca Halaman Selanjutnya..