1. Beranda
  2. Opini

Fenomena “Brain Rot” di Kalangan Gen Z

Oleh ,

Oleh: Petra Wahyu Utama
(Dosen Prodi Ilmu Sejarah Unkhair)

Apa Itu Brain Rot?

Istilah brain rot belakangan populer di kalangan Gen Z sebagai metafora untuk kondisi penurunan kapasitas mental akibat konsumsi konten digital secara berlebihan.

Fenomena ini bukanlah istilah medis resmi, melainkan sebuah gambaran tentang bagaimana paparan konten singkat, repetitif, dan hiper-viral di media sosial dapat memengaruhi cara berpikir, berkomunikasi, dan berinteraksi generasi muda.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Selasa, 24 Februari 2026

Adapun fenomena ini memiliki karakteristik tersendiri.
Pertama, munculnya bahasa slang digital seperti istilah rizz, gyatt, dan sigma yang digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Kedua, maraknya konten-konten hiper repetitif seperti video pendek, meme, dan tren viral. Ketiga, budaya hiburan ekstrem lebih suka dikonsumsi seperti konten hiburan yang absurd, ironis, atau bahkan nihilistik.

Ketiganya itu tentu membawa dampak signifikan bagi Gen Z. Mereka lebih nyaman menggunakan bahasa slang sebagai identitas kelompok yang berpotensi mengurangi kedalaman komunikasi.

Lalu video pendek, meme, dan tren viral yang dikonsumsi terus-menerus menciptakan pola pikir instan dan dangkal. Semua itu pada akhirnya membawa mereka ke pencarian jati diri yang salah.

Baca Halaman Selanjutnya..

Baca Juga