Setahun Jadi Gubernur, Sherly Sudah Buat Apa?
Oleh: Jainul Yusup
(Pengajar di Prodi Ilmu Sejarah, FIB Unkhair)
Tepat satu tahun yang lalu, pada 20 Februari 2025, sejarah baru tertulis di Istana Negara. Sherly Tjoanda, seorang perempuan yang bangkit dari puing-puing tragedi pribadi yang memilukan, dilantik bersama Sarbin Sehe untuk menakhodai Maluku Utara, sebagai gubernur dan wakil gubernur.
Banyak yang awalnya meragukan, apakah seorang "pendatang baru" di panggung eksekutif mampu mengelola provinsi dengan kompleksitas geografis dan dinamika politik setajam Maluku Utara?
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Senin, 24 Februari 2026
Namun, setahun berjalan, keraguan itu perlahan luruh. Duet Sherly-Sarbin bukan sekadar simbol emosional pengganti mendiang Benny Laos, melainkan telah menjelma menjadi mesin penggerak perubahan yang sistematis.
Dalam dua belas bulan pertama, kepemimpinan mereka menunjukkan karakter yang unik, memadukan ketegasan manajerial ala pengusaha dengan pendekatan humanis yang inklusif.
Salah satu capaian paling mentereng yang diakui secara nasional adalah kemampuan Maluku Utara mempertahankan posisi sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
Di bawah kendali Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe, pada triwulan II 2025 dan seterusnya, angka pertumbuhan ekonomi Malut tetap stabil di jalur dua digit, jauh melampaui rata-rata nasional.
Namun, Sherly menyadari bahwa angka makro tidak boleh hanya menjadi pajangan statistik. Tantangan besarnya adalah disparitas. Prestasi nyata dalam satu tahun ini terlihat pada upaya hilirisasi yang mulai menyentuh sektor non-tambang.
Baca Halaman Selanjutnya..