Pemprov Maluku Utara Bakal Launching SMA Terbuka, 16 Pulau Jadi Target
Sofifi, malutpost.com -- SMA Terbuka akan segera dilaunching pada Juli 2026 ini.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda menegaskan, SMA Terbuka ditujukan bagi siswa di pulau-pulau yang selama ini belum memiliki akses sekolah menengah atas (SMA), agar tetap bisa mengikuti pendidikan dan memperoleh ijazah SMA melalui pembelajaran di pulau masing-masing.
"Dari 26 pulau yang belum memiliki SMA, kita akan fokus di Halmahera Selatan, Halmahera Utara dan Morotai. Ada 16 pulau yang akan kita launching" kata Sherly, Jumat (6/2/2026).
"Di tahun 2026 ini kita akan melaunching SMA Terbuka. Teman-teman kita yang ada di pulau-pulau, yang tadinya tidak punya SMA, bisa mengakses SMA dan sampai memiliki ijazah SMA dengan pembelajaran di pulau," tambahnya.
Sherly menegaskan, peluncuran SMA Terbuka menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara, khususnya untuk memastikan program tersebut dapat berjalan pada tahun ajaran baru.
"Itu menjadi PR dari Dinas Pendidikan untuk memastikan di tahun ajaran baru ini bisa di-launching," tegasnya.
Ia juga mengungkapkan terkait SMA Terbuka tersebut telah dibahas bersama Direktorat Jenderal terkait dan merupakan bagian dari program pendidikan nasional.
"Saya sudah berdiskusi dengan Dirjen, ini pun menjadi program pendidikan nasional. Jadi se-Indonesia mungkin akan berjalan bareng-bareng," tandas Sherly.
Meski demikian, Sherly menekankan target khusus untuk Maluku Utara agar program tersebut dapat segera diimplementasikan.
"Objektif saya memastikan Maluku Utara wajib sudah jalan di 16 pulau pada tahun ajaran baru," pungkasnya.
Program SMA Terbuka dapat memperluas akses pendidikan menengah serta menekan angka putus sekolah. Sherly menyebut Maluku Utara punya 27 persen kurang lebih anak lulusan SMP yang tidak lanjut ke SMA.
"Itu menjadi PR bagi kita Pemprov Malut," pungkasnya. (nar)