BULD DPD RI Gelar Dialog Pemberdayaan Koperasi
Ternate, malutpost.com -- Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD) RI menggelar Dialog bersama akademisi, pengurus koperasi dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut).
Dialog dalam rangka pemantauan dan evaluasi rancangan peraturan daerah dan peraturan daerah terkait pemberdayaan koperasi di Malut ini, berlangsung di Aula Nuku, Universitas Khairun, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua BULD Stefanus B.A.N Liow, Anggota DPD RI Malut Hasby Yusuf, dan anggota DPD RI lainya. Turut hadir Sekretaris Provinsi (Sekprov) Malut Syamsudin A Kadir, Rektor Unkhair. Prof. Abdullah W. Jabid, berbagai stakeholder, Akademisi, pelaku koperasi, dan pengurus Koperasi Merah Putih se Malut.
Ketua BULD Stefanus B.A.N Liow, mengatakan kegiatan dialog ini bagian dari uji publik DPD RI di daerah, guna meminta pandangan dan pendapat dari berbagai stakeholder, termasuk pemerintah daerah, akademisi, pelaku koperasi, maupun pengurus Koperasi Merah Putih.
“Dalam kegiatan dialog ini para narasumber maupun pihak yang hadir menyampaikan berbagai kendala. Hasil dialog ini akan dijadikan sebagai masukan untuk kami dalam agenda pemantauan dan evaluasi regulasi terkait dengan pemberdayaan koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih,” ujarnya usai dialog publik itu.
Kata dia, dalam dialog yang berlangsung berkembang sebagai upaya harmonisasi regulasi, baik pusat maupun daerah, guna mendapatkan kepastian dan ketaatan hukum dalam mengimplementasikan program koperasi.
"Pembentukan koperasi merah putih ini, adalah niat baik dan mulia Bapak Presiden Prabowo, supaya ada kemajuan desa dan daerah, yang tentunya berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Stefanus menyebut, untuk mewujudkan hal itu perlu adanya manajemen, sebab melibatkan banyak pihak. Terutama pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, termasuk dunia perbankkan.
"Dialog dengar pendapat ini, akan menjadi bahan untuk kami dorong ke pemerintah pusat tentang apa yang disampaikan dalam diskusi. Dan ini akan diakumulasikan dengan kegiatan yang sama, yang akan dilakukan di empat kampus," tuturnya.
Anggota Komite II DPD RI ini juga menekankan, dalam pengembangan usaha dan bisnis harus benar-benar memperhatikan kearifan lokal. "Karena inikan semua desa, semua kelurahan di Indonesia. Jadi harus sesuai dengan potensi kearifan lokal untuk mengembangkan bisnis usaha ini," pungkasnya.
Untuk diketahui, dalam dialog ini narasumber yakni Sekprov Malut, Akademisi Unkhair Dr. Ida Hidayanti, dan Ketua Dekopim Malut Ansar Naim. (mg-01)