1. Beranda
  2. Opini

Refleksi Nisfu Sya’ban di Tengah Kebisingan Digital

Menemukan “Tarekat Sosial” HMI

Oleh ,

Oleh: Muhiddin Maulud
(Kader HMI Cabang Ternate)

Kita hidup di era di mana "diam" menjadi barang mewah. Notifikasi ponsel yang tak henti berkedip, banjir informasi di media sosial, dan tuntutan hidup yang serba cepat menciptakan apa yang disebut sebagai era distraksi (gangguan) massal. Di tengah hiruk-pikuk ini, jiwa manusia modern seringkali terasa kering, lelah, dan kehilangan fokus.

Bagi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang sehari-harinya bergulat dengan dialektika intelektual, rapat organisasi hingga larut malam, dan aksi sosial-politik, risiko kekeringan spiritual ini justru semakin nyata.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Selasa, 3 Februari 2026

Aktivisme yang tanpa jeda bisa menjebak kita pada rutinitas duniawi yang melelahkan, melupakan esensi transendental dari perjuangan itu sendiri.

Di sinilah momentum Nisfu Sya'ban hadir. Seringkali, malam pertengahan bulan Sya'ban ini hanya dianggap sebagai ritual tradisional tahunan.

Namun, jika dimaknai lebih dalam, Nisfu Sya'ban adalah sebuah pitstop spiritual yang krusial sebelum memasuki sirkuit besar Ramadan.

Bagi HMI, momen ini menawarkan peluang emas untuk merumuskan kembali gerakan bukan hanya sebagai mesin kaderisasi atau kendaraan politik, melainkan sebagai sebuah "Tarekat Sosial" jalan spiritual kolektif menuju Tuhan melalui pengabdian kemanusiaan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Baca Juga