1. Beranda
  2. Opini

Refleksi Fenomena Bencana Kepulauan Halmahera

Quo Vadis DAS MU?

Oleh ,

Oleh: Muh. Arba’in Mahmud
(Pegiat Literasi Lestari/Penulis Buku Ekoteologi Moloku Kie Raha 1-2)

Maaf! Tulisan ini tak bermaksud merespon kalimat sarkas dan politis yang sempat viral sewarsa lalu: ‘ndhasmu!’ Namun, sekadar refleksi bencana awal tahun ini di bumi Moloku Kie Raha? Sekali lagi, DAS MU adalah daerah aliran sungai Maluku Utara (Malut).

Ada Apa DAS MU?

Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Senin, 2 Februari 2026

Secara sederhana, DAS diartikan sebagai seluruh wilayah penerima (penangkap) air hujan dan mengalirkannya ke satu titik kumpul, biasanya berupa sungai utama, melalui sistem aliran sungai.

DAS bukan bantaran sungai ataupun barangka yang biasa menjadi sasaran program Balai Wilayah Sungai (BWS), Kementerian PUPR. DAS di sini adalah daerah tangkapan air (catchment area, watershed). Jadi, semua hamparan daratan di muka bumi ini, termasuk wilayah Malut terbagi habis oleh DAS.

Menurut data Kementerian Kehutanan c.q. BPDAS Ake Malamo, jumlah DAS di Malut 3.897 DAS dengan total luasan 3.147.266 ha. DAS Malut terdiri atas 3.739 DAS Dipertahankan seluas 2.668.244 ha dan 158 DAS Dipulihkan seluas 479.022 ha.

Karakter DAS di Malut adalah DAS Kepulauan, terbentuk dari beberapa DAS Pulau dengan ekosistem alami DAS masing-masing pulau yang spesifik, baik pulau besar maupun pulau-pulau kecil di sekitarnya.

DAS di pulau-pulau besar, seperti pulau Halmahera, Obi, Sulabesi, Mangoli, Taliabu, Morotai dan Bacan, beda potensi dan permasalahannya dengan DAS pulau-pulau kecil, seperti Ternate, Tidore, Moti dan pulau-pulau kecil di sekitar kepulauan menengah lainnya. Malut sendiri terdapat 837 pulau, tersebar di sepuluh kabupaten/kota.

Baca Halaman Selanjutnya..

Baca Juga