1. Beranda
  2. Maluku Utara

Pemprov Maluku Utara Mulai Tahapan Penyelenggaraan Haji 2026, PHD Dikurangi Jadi 4 Orang

Oleh ,

Sofifi, malutpost.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) mulai melakukan tahapan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.

Hal ini disampaikan Karo Kesra Setda Pemprov Maluku Utara Asrul Gailea, terkait proses seleksi Panitia Haji Daerah (PHD) dan kesiapan teknis lainnya.

Asrul menjelaskan, tahapan awal penyelenggaraan haji 2026 diawali dengan seleksi PHD. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan regulasi dari kementerian haji dan umrah, jumlah PHD Malut tahun ini dibatasi hanya empat orang.

"Kita sudah melakukan tahapan seleksi PHD sebanyak empat orang karena sudah dibatasi oleh regulasi. Berbeda dengan tahun kemarin yang berjumlah sembilan orang," kata Asrul, Selasa (3/2/2026).

Ia mengungkapkan, jumlah jemaah haji Maluku Utara tahun 2026 tercatat sebanyak 781 orang, hanya berkurang sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, jumlah PHD justru berkurang hingga 60 persen.

"Tahun ini jemaah 781 orang. Kalau dibandingkan tahun lalu, pengurangannya tidak terlalu banyak, tapi jumlah PHD memang berkurang cukup signifikan," ungkapnya.

Tahapan berikutnya, lanjut Asrul, adalah pembentukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) yang terdiri dari unsur Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Panitia tersebut telah menyusun rencana kerja sebagai bagian dari persiapan teknis.

Salah satu fokus utama adalah penyediaan transportasi udara bagi jemaah, mulai dari rute keberangkatan hingga pemulangan. Pemprov Malut berencana melakukan kontrak kerja sama dengan maskapai penerbangan yang memenuhi standar pelayanan.

"Kalau melihat pesawat reguler ke Ternate seperti Garuda, Lion Air, atau Sriwijaya, kemungkinan mereka yang akan diikutkan dalam proses pemilihan. Nanti akan ada panitia khusus yang melakukan semacam lelang untuk mendapatkan jasa pesawat sesuai kualifikasi dan standar kepanitian," jelasnya.

Selain itu, Asrul memastikan proses persiapan jemaah terus berjalan. Dari sisi administrasi, kendala memang kerap terjadi, namun dalam beberapa tahun terakhir dinilai sudah semakin baik.

"Administrasi memang sering ada kendala, tapi beberapa tahun terakhir ini sudah cukup bagus," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya efektivitas armada pesawat agar pelayanan terhadap jemaah dapat berjalan optimal. Di sisi lain, jemaah haji diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan.

"Jemaah juga kami imbau untuk menjaga kesehatan jelang keberangkatan, supaya tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi," pungkas Asrul. (nar)

Baca Juga