(Refleksi 32 Tahun Koperasi Unit Desa Bobato)
Koperasi dalam Pusaran Korporasi
Oleh: Arifin Muhammad Ade
(Mahasiswa Doktoral Konservasi Biodiversitas Tropika, IPB University)
Pada tahun 1994, di pelosok Maluku (sekarang Maluku Utara), lahir sebuah gagasan sederhana yang berakar pada semangat meneruskan cita-cita Bapak Proklamator sekaligus Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta.
Gagasan tersebut menegaskan koperasi sebagai sokoguru perekonomian rakyat dan instrumen utama penguatan ekonomi berbasis kekeluargaan. Berangkat dari semangat itulah Koperasi Unit Desa (KUD) Bobato didirikan.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Rabu, 28 Januari 2026
Kini, 32 tahun kemudian, KUD Bobato berdiri tidak sekadar sebagai lembaga ekonomi, tetapi sebagai simbol ketahanan komunitas desa.
Di provinsi Maluku Utara, KUD Bobato terus melebarkan sayap usahanya ke semua kabupaten/kota. Menjangkau seluruh lapisan masyarakat, menumbuhkan iklim kewirausahaan, mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan menggerakkan sektor perekonomian.
Selama lebih dari tiga dekade, KUD Bobato telah berperan aktif dalam melayani dan menggerakkan ekonomi masyarakat Maluku Utara, sekaligus menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Salah satu tekanan utama muncul dari meluasnya praktik industri ekstraktif yang notabenenya korporasi-korporasi besar di wilayah tersebut, yang tidak hanya mengubah struktur dan dinamika ekonomi lokal, tetap juga membatasi ruang hidup serta peluang pengembangan usaha ekonomi berbasis komunitas.
Industri ekstraktif – seperti pertambangan mineral dan batubara – telah lama menjadi kekuatan dominan dalam perekonomian Indonesia.
Baca Halaman Selanjutnya..