1. Beranda
  2. Maluku Utara

Gubernur Sherly Sebut Kinerja Dinas Perikanan dan Pertanian Tidak Maksimal

Oleh ,

Sofifi, malutpost.com -- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menilai kinerja dua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Maluku Utara belum maksimal pada tahun 2025.

Dua OPD tersebut yakni Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian. Menurut Sherly, di tahun 2025 output kinerja kedua OPD tersebut belum terlihat signifikan, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

"Yang masih banyak pekerjaan rumah ada di Dinas Perikanan dan Pertanian. Output-nya di tahun 2025 belum terlihat," kata Sherly, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, rendahnya nilai tukar petani dan nelayan menjadi indikator utama belum optimalnya kinerja dua OPD tersebut. Karena itu, Sherly menegaskan agar kedua dinas tersebut segera melakukan perbaikan kinerja.

"Petani dan nelayan nilai tukarnya masih rendah. Jadi ini menjadi PR bagi dua OPD tersebut, termasuk dalam mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD)," tegasnya.

Sherly menambahkan, jika dalam waktu tiga bulan ke depan tidak ada perubahan signifikan, maka pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pimpinan OPD terkait.

Selain menyoroti kinerja OPD, Gubernur Sherly juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan PAD secara signifikan.

Menurutnya, meskipun APBD Provinsi Maluku Utara mengalami pemotongan sebesar Rp 800 miliar, kinerja pemerintah daerah secara umum pada tahun 2025 sudah cukup baik.

"Di tahun 2026 kita sudah melakukan efisiensi yang lebih baik lagi. Walaupun APBD dipotong Rp 800 miliar, kita tetap bisa meningkatkan belanja infrastruktur jalan dan jembatan dari sebelumnya tahun 2025 Rp187 miliar menjadi Rp580 miliar di tahun 2026 ini," ujarnya.

Sherly mengingatkan agar implementasi program dilakukan dengan lebih baik dan cepat, sehingga penyerapan anggaran dapat berjalan optimal.

"Catatan saya, implementasinya harus lebih baik dan lebih cepat, sehingga penyerapan anggaran juga lebih cepat, dilakukan dengan baik," jelasnya.

Di sektor pendidikan dan kesehatan, Sherly menilai kinerjanya sudah berjalan baik dan meminta agar terus ditingkatkan.

Selain itu, Sherly mengatakan ada yang meminta menaikkan terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), namun ia menegaskan hal tersebut belum bisa dipenuhi.

"Saya menjawab tidak bisa, karena kita ada pemotongan anggaran Rp 800 miliar. Satu-satunya cara TPP bisa naik adalah dengan meningkatkan PAD secara signifikan," tegas Sherly. (nar)

Baca Juga