Refleksi Akhir Tahun 2025
Semerawutnya Pengelolaan RSD dan Penganggaran Salah Arah
Oleh: dr. Akbar Kapissa Baharsyah, Sp.B.
(Dokter Spesialis Bedah, Eks Direktur Lembaga Kesehatan PB HMI)
Rumah sakit daerah (RSD) adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Di sanalah wujud negara hadir secara nyata: memastikan keselamatan pasien, melindungi tenaga kesehatan, dan menjamin layanan kesehatan berjalan optimal.
Namun dalam praktiknya, tidak sedikit rumah sakit daerah justru terjebak dalam tata kelola yang semerawut, perencanaan yang tidak berbasis kebutuhan nyata, penganggaran yang tidak selaras dengan pelayanan di lapangan, serta pengambilan keputusan yang kehilangan orientasi utama: keselamatan pasien.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Senin, 22 Desember 2025
Sebagai contoh sekaligus ironi, terdapat RSUD yang kebutuhan dasar pelayanan bedahnya belum terpenuhi, namun justru mengalokasikan anggaran besar untuk pengadaan alat kesehatan bernilai miliaran rupiah, seperti echocardiography dan treadmill jantung.
Padahal hingga saat ini belum tersedia dokter spesialis jantung yang dapat mengoperasikan alat-alat tersebut. Akibatnya, peralatan mahal itu menganggur dan tidak memberikan manfaat langsung bagi pasien.
Sementara di sisi lain, karena ketiadaan alat-alat yang dapat digunakan oleh dokter bedah, tindakan operasi untuk mengatasi penyakit pasien tidak dapat dilakukan.
Pasien pun terpaksa dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan yang seharusnya bisa dilakukan di rumah sakit sendiri. Di sinilah terlihat jelas bagaimana anggaran kehilangan arah dan prioritas dalam membelanjakan kebutuhan.
Seharusnya, anggaran bermiliaran rupiah tersebut terlebih dahulu digunakan untuk memenuhi alat-alat dasar agar pelayanan operasi dapat berjalan optimal.
Baca Halaman Selanjutnya..