Seminar Coping Stres di Panti Asuhan At-Taqwa, Remaja Belajar Ubah Tekanan Jadi Kekuatan
Ternate, malutpost.com -- Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Program Studi Psikologi Universitas Khairun (Unkhair) semester 3 melaksanakan kegiatan Mini Seminar di panti asuhan At Taqwa Kalumata pada tanggal 7 Desember 2025.
Seminar ini dengan tema “Bebas Stres, Temukan Kekuatan Mengatasi Tantangan". Kegiatan ini bertujuan untuk membantu seseorang dalam memahami emosi, stress yang dialami dan coping yang tepat dalam menghadapi stress.
"Setiap orang selalu punya kesempatan untuk belajar dan diperhatikan, kami memilih panti asuhan sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan karena banyak dari mereka yang ingin belajar lebih banyak namun terhalang dengan biaya atau masalah lainnya," kata Ketua Kelompok Yulianti Paramita, Kamis (18/12/2025).
Ia menjelaskan, bahwa mengenalkan tentang stress bukan sebuah kesalahan melainkan bentuk kepedulian kepada diri sendiri dan lingkungan. Stres bukanlah suatu hal yang menakutkan justru harus dilalui oleh semua orang.
Stres seringkali dikaitkan dengan stigma negatif yang membuat kita enggan untuk mengatakan bahwa kita sedang tidak baik-baik saja dan memilih untuk mengabaikan perasaan tanpa memvalidasi emosi yang muncul.
"Stigma seperti ini yang harus diubah. Stres hadir menerpa diri kita bukan tanpa tujuan. Seiring bertambahnya usia, selalu sejalan dengan tekan dan tuntutan yang semakin banyak," jelasnya.
Ia bilang, untuk menghadapi tantangan ini, perlu dibangun kesadaran akan emosi sejak dini. Dengan mengenali dan memahami emosi, akan sangat membantu dalam mengelola stres dan menetapkan coping stres yang sesuai.
"Membuat perubahan dimulai dari langkah kecil yaitu kesadaran, dari sini kita akan mulai belajar tentang banyak hal bukan hanya tentang memahami orang lain melainkan memahami diri kita sendiri," ujarnya.
"Terkadang yang membuat kita semakin tertekan adalah pikiran kita sendiri, pikiran yang sering berisik tentang sesuatu yang sebenarnya tidak perlu untuk terlalu dipikirkan. Karena kita akan hidup pada bagian cerita kita bukan bagian dari cerita yang orang lain buat tentang kita, dari kegiatan ini diharapkan dapat membantu setiap orang yang masih merasa kesulitan dalam memahami dirinya," tambahnya.
Dia menjelaskan bahwa, stres bukan kesalahan, dia hanya datang untuk mendewasakan diri. Gen Z identik dengan topik yang sering dibahas mengenai mental health, keinginan serba instan atau generasi strawberry (terlihat menarik tapi rapuh di dalam).
"Istilah-istilah ini menyadarkan kita bahwa mental bukan hanya terlihat kuat secara fisik melainkan juga pikiran. Kita semua tumbuh dari rumah yang berbeda sehingga hal itu akan mempengaruhi bagaimana kita akan tumbuh," tambahnya.
Ia menegaskan, bahwa belajar tentang memahami diri bukan hanya pada mereka yang mendapatkan fasilitas baik namun juga pada mereka yang terlahir dari sebuah rumah tapi harus tumbuh pada tempat yang berbeda. Perhatian tidak hanya diberikan pada mereka yang terlihat sempurna namun juga pada mereka yang membutuhkan tempat untuk dilihat.
Lebih lanjut kata dia, psikoedukasi yang dilakukan sebagai tugas akhir mata kuliah Kesehatan Mental, mahasiswa semester 3 Program Studi Psikologi sebagai langkah preventif untuk mengkampanyekan kesehatan mental masyarakat khususnya yang ditargetkan untuk anak-anak di Panti Asuhan At-Taqwa.
Melalui materi mengenai coping stress yang dibawakan oleh dosen Program Studi Psikologi Universitas Khairun, Ika Suarsi, S.Psi., M.Psi. dan dua dosen pendamping, Happy Cahyani Sunusi, S.Kep., M.Si dan Nugraheni Putri Utami, S.Psi. M.A. yang turut mengawal agenda yang dilaksanakan pada hari Minggu.
Setelah penyampaian materi, agenda dilanjutkan dengan games dan sesi coaching untuk mengasah dan mengevaluasi materi yang telah diterima, dengan cara pemandu akan memberikan beberapa pertanyaan yang kemudian dijawab oleh peserta dari Panti Asuhan At-Taqwa sendiri.
Kegiatan berlangsung lancar dan peserta pun antusias dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan dari pemandu. Di akhir kegiatan, dilanjutkan dengan pemberian reward kepada peserta yang aktif bertanya maupun yang aktif menjawab kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. (nar/pn)