Pemprov Maluku Utara Janji Hadirkan SMA Terbuka di Pelosok dan Kepulauan
Sofifi, malutpost.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara berencana menghadirkan Sekolah Menengah Atas (SMA) Terbuka sebagai upaya meningkatkan partisipasi pendidikan menengah yang masih tergolong rendah, khususnya di wilayah pelosok dan pulau-pulau kecil.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan, kebijakan tersebut telah disetujui oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia mengatakan kondisi biaya akan terlalu besar sehingga tidak memungkinkan untuk membangun SMA baru di seluruh desa dan pulau kecil.
"Kemarin ada pesan dari Pak Menteri, karena partisipasi SMA kita masih rendah dan kita tidak mungkin membangun SMA baru di semua desa atau di pulau-pulau kecil," kata Sherly Tjoanda, Kamis (17/12/2025).
Atas dasar itu, Pemprov Malut memutuskan untuk menerapkan model SMA Terbuka pada tahun ajaran baru. Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan Provinsi akan bekerja sama dengan dinas pendidikan kabupaten/kota dengan memanfaatkan gedung SD dan SMP yang tidak digunakan pada sore hari.
"Nanti Kepala Dinas Pendidikan Provinsi akan bekerja sama dengan kepala dinas kabupaten/kota. Kita pinjam bangunan SD atau SMP yang sore hari sudah tidak dipakai untuk digunakan sebagai SMA," jelasnya.
Sherly menambahkan, siswa SMA Terbuka akan difasilitasi dengan perangkat komputer dan jaringan internet. Proses belajar mengajar dilakukan secara daring, dengan pendampingan satu hingga dua guru pembimbing dari SMA terdekat.
"Kita akan berikan mereka komputer dan sinyal. Mereka akan sekolah daring dan ada satu dua guru pembimbing dari sekolah SMA terdekat untuk mendampingi mereka," ujarnya.
Meski dilakukan secara daring, para siswa tetap akan mengikuti ujian yang sama seperti SMA reguler pada umumnya setelah menempuh masa belajar selama tiga tahun.
"Setelah tiga tahun, mereka akan ujian yang sama seperti SMA pada umumnya, tanpa harus pergi ke pulau-pulau besar atau tinggal di sekolah besar," jelas Sherly.
Selain mempermudah akses pendidikan, SMA Terbuka ini juga akan meringankan beban biaya bagi orang tua. Seluruh biaya pendidikan akan digratiskan sehingga siswa tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan seperti transportasi atau biaya tinggal di kota.
"Dibandingkan harus ke sekolah besar di kota atau daerah lain yang akan ada biaya tambahan," pungkasnya. (nar)