1. Beranda
  2. Opini

Kehadiran Bangsa Portugis di Ternate

Oleh ,

Oleh: Anike Muslimah
(Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, FIB Unkhair)

Kehadiran Portugis di Ternate dimulai pada abad XVI tepatnya pada tahun 1512, yang sebelumnya pada tahun 1511 baru sampai di Malaka. Kedatangan Portugis, dipimpin oleh Antonio de Abreu dan Francisco Serrao dengan tujuan awal perdagangan.

Tidak luput dari ‘koro’ atau undangan dari Sultan Bayanullah oleh Salahakan Samarau dari klan Tomagola yang saat itu menjabat sebagai salahakan Ambon yang melaporkan kepada Sultan Bayan tentang kedatangan Armada Portugis.

Baca di: Koran Digital Malut Post Edisi Kamis, 13 November 2025

Pimpinan Antonio de Abreu di Banda, dan Francisco Serrau yang mengalami nasib buruk dan masih berada di Ambon. Sultan lalu mengirimkan beberapa Juanga dan mengutus Jogugu Kuliba serta Kalem Faidua untuk dan atas nama Sultan menjemput Serrao.

Kedatangan mereka disambut baik oleh Sultan Bayanullah (di kalangan orang barat, ia dikenal dengan nama Abu Lais atau Sultan Boleif, dan merupakan tokoh yang dipandang sangat pandai, terpelajar, seorang ksatria dan pedagang ulung) yang melihatnya sebagai kesempatan untuk memperkuat posisi Ternate dalam persaingan dengan Kesultanan Tidore.

Ada semacam kompetisi atau persaingan merebut hegemoni di empat Kesultanan Moloku Kie Raha, khususnya antara Kesultanan Ternate yaitu Sultan Bayan dengan Kesultanan Tidore yaitu Sultan Almansur untuk menjemput Serrao di Nusatelu, Ambon, setelah keduanya menerima laporan tentang kedatangan Serrao.

Karena Portugis datang sebagai sekutu dan sebagai imbalan atas bantuan militer serta jaminan keamanan, dalam perundingan setelah Portugis lego jangkar di Ternate, Serrao berhasil meyakinkan Sultan Bayan tentang kejujuran Portugis sebagai pembeli tunggal rempah – rempah.

Sultan Ternate setuju untuk menyediakan cengkeh setiap tahun dan mengizinkan Portugis membangun benteng pertahanan di Ternate.

Baca Halaman Selanjutnya..

Baca Juga